Petrus Suryadi Sutrisno

 

Menyelesaikan studi pada Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia, 1982. Kursus Jurnalistik Liputan High Tech, Non Degree, 1983 dan In-House Marketing Research, 1984. Mengikuti International Management Workshop pada Fakultas Ekonomi Universitas Erasmus Rotterdam, Negeri Belanda, 1987. Menjadi staff/Asisten Prof. Dr Pyotr Hessling pada Fakultas Ekonomi Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, 1990-1991. Tugas belajar dari BAIS TNI untuk  mengikuti program Master of Art studi pasca sarjana tentang Media-Social Movement-Terorism, ISS Den Haag, Belanda, 1993-1994. Kandidat Program Ph D pada Fakultas Ekonomi Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda.

Meniti karier sebagai wartawan di harian umum Sinar Harapan sejak Januari 1976 sampai dengan 1986 sebagai Redaktur Desk Luar Negeri merangkap Kepala Sekretariat Redaksi dan dilanjutkan sebagai Special Assignment Reporter kemudian Bureau Chief Suara Pembaruan, 1990 – 1994 untuk wilayah seluruh Eropa pada harian sore Suara Pembaruan, 1987 sampai 31 Desember 1999 sebagai Senior Editor. Melaksanakan penugasan meliput perang Iran-Irak 1985. Meliput Perang di Afghanistan pada era Najibullah, 1989. Meliput Perang Teluk I, 1991 di Irak, Jordan, Cyprus, Israel dan Suriah. Wartawan Indonesia pertama yang berhasil masuk Portugal 1992. Menjadi Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Tabloid Mandarin Pos, 1999 sampai dengan 2004. Senior Public Relations Consultant pada Times Communications, 1997 – 2004. Senior Advisor/Consultant untuk Dinas Penerangan /Dispen TNI AD, 2004 –2005.

Direktur Utama PT Citra Komunikasi Eramilenium Jaya, Direktur Eksekutif Trimedia Security & Business Intelligence, dan Direktur Utama Crescent Partnership Indonesia dan Konsultan pada Adavanced Green Technology Division Badan Pengendalian Lingkungan Hidup DKI Jakarta serta Anggota Tim Penasehat Ahli Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL.

Menjadi pengajar mata kuliah Media Analysis pada Jurusan Komunikasi FISIP UI, 1997-1999. Pengajar Media dan masyarakat pada FIKOM Universitas Pelita Harapan, 1999-2000. Intsruktur COMINT (Komunikasi Intelijen) pada Korps Marinir dan TNI AL, 2000-2001. Pengajar Perang Informasi, Komunikasi Militer dan Humas Militer pada Sesko TNI AL, 2002 dan Satinduk BAIS TNI, 2003-2006 dan SUSKAPEN-SESKO TNI AD, 2004.

Memelopori dan mengembangkan aplikasi Business Intelligence di Indonesia. 2000-2001 sebagai Senior Business Intelligence Consultant pada Business Intelligence Reports. Sebagai Praktisi dan Pengajar Business Intelligence, 2001 – 2004.

Aktif dan terlibat dalam lebih dari sepuluh kali Operasi Intelijen di luar negeri khususnya Eropa dan Portugal/ Timor Timur. Wartawan Indonesia pertama yang berhasil masuk Portugal pada saat RI dan Portugal tidak memiliki hubungan diplomatic. Penugasan Komunikasi-Kehumasan-Social & Community Development Interdept Mabes TNI-Depdagri, sebagai Senior Communications-Media Consultant  untuk wilayah Timor Timur, 1985 – 1997. Konsultan Senior pada East Timor Media Centre, 1997.

Specialist dalam  “Discourse Analysis” (Text and Talks Analysis).

Saat ini tengah merumuskan dan aktif dalam manejemen proyek aplikasi Green Technology dan Green Energy dalam rangka pencegahan Climate Change dan Global Warming bagi Proyek Ekonomi Hydrogen, Airlaut sebagai sumber Airminum dan Energi Listrik murah bagi rakyat, serta sarana transportasi darat, laut dan udara dengan energi penggerak yang bebas emisi karbon dan terbarukan untuk BPLHD DKI Jaya dan Dislitbang TNI AL. Tengah menyusun Penelitian tentang “Hydrogen Economy” di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Reginald A.Theijs.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Informasi/Center for Information Studies dan Tenaga Ahli (International Commercial Liaison Officer) yang menangani Informasi/Laporan dari para Atase Perdagangan dan Para Kepala Indonesia Trade Promotion Center di luar negeri. Aktif sebagai Independent-Senior Communication & Business Intelligence Consultant. Anggota Tim Perumus Standard Kompetensi Wartawan, Dewan Pers. Tenaga Pengajar Lembaga Pers Dr. Sutomo. Aktif menulis untuk media cetak nasional dan kantor berita.




%d bloggers like this: